Ceritanya : MER(d)EKA !

Kami tak lagi lantang,
dalam setiap menantang,
kekuasaan jalang,
yang tenang malang melintang,
mengudara setinggi bintang,
berisik seperti genderang,
banyak seperti rumput padang ilalang,
mata kami tak lagi terbuka,
untuk sejenak menatap istana,
sekedar bertanya,
sedang apa?
dengan siapa?
dari buaian ibu pertiwi hingga datang belanda juga jepang,
hingga segala jenis penjajahan hilang,
proklamasi dikibarkan diiringi bendera di ujung tiang,
lambaian kain yang menggoyang-goyang,
memberi semangat baru untuk lebih tenang,
menyiapkan papan untuk masa yang akan datang,
pikiran kami tapi lagi fokus
perkara kecil dilepas urus,
dedikasi suci yang mulai kurus,
hanya melihat gajah, badak yang mengurus.
tak lagi pening dengan kelaparan kuskus,
milyar kertas hanya untuk membuat kakus,
kakus, kakus!
harga tak sedikit,
membuat hati sakit,
kau hanya pembuangan kotoran-kotoran kami,
tapi hargamu terlalu sangat-sangat-sangat melebihi,

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komentar