Siapakah
orang yang paling kuat itu?
Siapakah
para pemenang itu?
Nabi
Muhammad SAW. mempunyai versi sendiri tentang hal ini. Dalam sebuah hadits
diriwayatkan:
"Orang
yang palingmkuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain dengan
kekuatannya, tetapi orang yang mampu mengendalikan amarahnya." (HR.
Bukhari)
Apabila
seseorang mampu mengendalikan kemarahan, maka bisa dipastikan orang tersebut
sangat istimewa, Pernahkah kita mendengar kisah Nabi Muhammad yang murka akibat
dilecehkan? Bahkan ketika dengan rutin beliau dilempari kotoran oleh seorang
Yahudi, dan kemudian si Yahudi lama menghilang karena sakit, Nabiyullah pergi
menjenguknya tanpa amarah sedikitpun di dalam dada. Pun ketika beliau
sedang shalat dan diserang oleh seseorang yang membencinya, beliau memilih
untuk meneruskan shalat dan bukan menyerang balik. Kontrol emosi manalagi
yang lebih sempurna dari itu semua?
Seorang
laki-laki pernah menghadap Nabi Muhammad dan meminta nasihat. Ia berkata,
"Nasihati aku." Nabi Saw. bersabda, "Jangan mudah
marah" Orang itu berkata lagi beberapa kali dan Nabi Saw. bersabda,
"Jangan mudah marah."
Mengapa
Nabi saw. menyarankan hal itu? Tentu bukan tanpa alasan. Dari sisi medis
ternyata orang yang mudah marah gampang terkena penyakit. Di dalam darah orang
marah terkandung banyak hormon adrenalin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar
adrenal ini akan dilepaskan ke dalam darah ketika ada rangsangan emosi.
Akibatnya adalah denyut jantung akan bertambah cepat dan tekanan darah meninggi,
keadaan ini yang mengakibatkan penyakit mudah datang.
Subhanallah.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan
tiadalah Kami mengutus kamu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (Al-Anbiya':107)
Namun
amarah adalah sangat manusiawi. Apabila amarah telah datang menghampiri, maka
Islam menawarkan cara-cara menghadapinya:
Membaca Ta’awwudz
Rasulullah
bersabda, “Ada kalimat kalau diucapkan
niscaya akan hilang kemarahan seseorang,yaitu “أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ” Aku berlindung
kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk"
Berwudhu
Rasulullah
bersabda, “Kemarahan itu dari
syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air,
maka kalau kalian marah berwudhulah” (H.R. Abu Dawud)
Duduk
Dalam sebuah
hadits dikatakan “Kalau kalian marah maka
duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah” (HR. Abu Dawud)
Diam
Dalam sebuah
hadits dikatakan, “Ajarilah (orang lain),
mudahkanlah. Jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah.” (HR.
Ahmad)
Bersujud
Artinya shalat
sunnah minimal dua rakaat. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia.
Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di
lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia
menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. Tirmidzi)
Dengan meneladani
sifat Rasulullah SAW. semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mengelola energi
negatif ini.
Wallahu a'lam.
Sumber : Dikutip dari Majalah Baitul Mal FKAM : Edisi 69
"Sya'ban 1435 Juni 2014"
v