Mencintainya !
Cukup merasa bahagia ketika
melihatnya bahagia. Aku mencintainya, tapi aku belum tentu bisa membuatnya
lebih bahagia dari sekarang yang ia rasakan. Sakit hati ini, akan lebih sakit
ketika ia sudah bersamaku namun tak kunjung bahagia.
Sulit !
Kata itu rasanya cukup untuk
mengakhiri harapan ini. Aku tahu ia pun punya rasa cinta. Tapi, tidak untukku.
Tidak untukku!. Ibarat kapal ia sudah
menemukan pelabuhannya.
Cintanya telah sempurna! dengan
garis-garis peristiwa yang memang logika pun mengakuinya. Hanya orang bodoh
sepertiku, terus menunggu sesuatu yang 99,9 % tidak akan datang padaku. Hingga
logika pun muntah, muak sudah rasanya.
Jika Pelangi adalah warna
cintanya itu pun masuk logika. Cintanya sederhana, tapi bahagia. Pelangi cinta
indah, muncul setelah hujan angin, badai penuh dengan warna yang indah. Sungguh
Indah!
Dia telah menempati tempat yang
ia rasakan “cocok” tanpa harus pergi mencari tempat lain. Yang mungkin menurut
orang lebih indah, teduh, nyaman, penuh dengan taman bunga. Tapi. Tidak
untuknya!
Sampai Kapan ?
Pertanyaan yang luas kalau
diartikan. Untukku, untukknya, untuk mereka, untuk kita. UNTUK SIAPA PUN !!!
Harus Yakin !
Jalan ini tidak buntu dengan satu
tanda, masih banyak rambu-rambu lain yang memberi arah jelas, untuk langkah ku
mencapai tujuan ini.
Bulan pun masih tetap bersinar!
Bintang pun masih menemani!
Apalagi matahari! Pasti!
Sungai pun masih riuh mengalir,
diiringi cuitan burung.
Ladang pun masih segar dengan
udaranya yang sejuk.
Gunung pun masih
tinggi, bersama cemara-cemara gadis yang elok menari-nari.